Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Terjangkit Kolesterol

Tanda dan Gejala Kolesterol Tinggi

Sebagian orang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang. Meskipun demikian rasa sakit kepala dan pegal-pegal tidak selalu menjadi tanda bahwa seorang penderita memiliki kolesterol tinggi karena hal tersebut  bukan  gejala dan tanda yang spesifik. Namun biasanya penderita kolesterol tinggi (hiperkolesterol) diketahui setelah dinyatakan menderita penyakit jantung koroner atau penyakit stroke.

Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.
Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.
Namun banyak juga makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.
1. Kacang kedelai
Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.
Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.
2. Kacang-kacangan
Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.
3. Ikan Salmon
Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.
The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.
4. Alpukat
Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori.
Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.
5. Bawang Putih
Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina.
Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.
Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.
6. Bayam
Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.
7. Margarin
Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola
8. Mede, Almon, dan Kenari
Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung.
Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.
9. Teh
Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.
Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.
10. Cokelat
Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.
Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya.

Semoga bermanfaat!!!

Kamis, 04 Agustus 2011

Perlu nggak sich sayuran dimasak???

Perlu nggak sich sayuran dimasak???

Hm, perlu nggak perlu sich. Tergantung sama jenis sayurannya.
Orang-orang sering terpecah pada dua pendapat. Pendapat yang pertama bilang nggak perlu, soalnya kandungan nutrisi dalam sayuran bisa hilang kalau dimasak. Jadi, lebih baik dicuci bersih dengan air mengalir lalu makan mentah saja. Tapi disisi lain, orang-orang berpendapat kalau lebih baik dimasak untuk membunuh kuman-kuman atau za-zat berbahaya dari pupuk kimia dan pestisida yang banyak diberikan pada tanaman sayuran.

Nah, ada juga yang memasak sayuran itu berdasarkan kebiasaan yang diperoleh dari lingkungan. Kayak di Jepang sama Korea itu, sayuran kebanyakan dilahap mentah. Sedangkan di Indonesia kebanyakan dimasak dulu.

Oleh sebab itu, pada posting kali ini akan diberikan beberapa contoh sayuran yang
PERLU NGGAK PERLU DIMASAK...

1. Tomat
Ada ahli diet dari Food and nutrition Australia (CEK SENDIRI KEBENARANNYA), namanya Sharon Natoli yang bilang kalau tomat itu sebenarnya lebih baik dimasak dulu daripada dimakan mentah. Soalnya masih menurut beliau, pada saat proses memasak akan membantu memecah dinding sel tumbuhan, membuat nutrisi yang terkandung dalam tomat lebih mudah tersedia bagi sistem pencernaan.
Hohoho, tapi... ada tapinya nich! Menurut beliau juga, vitamin C yang terkandung dalam tomat (EMANGNYA TOMAT MENGANDUNG VITAMIN C???) bisa rusak saat dimasak karena kena panas... Jadi,,, ya,,, padu padankan saja...

2. Bayam
Wah, sayuran kesukaan saya ini...
Dalam Koran Tribun Jambi yang diterbitkan pada Minggu, 31 Juli 2011 (LIHAT SENDIRI ya...) dijelaskan kalau bayam ini memiliki kandungan kalsium yang tinggi (Hm, PANTESAN SI POPEYE SUKA ^_^). Nah, Selain itu, bayam punya kandungan oksalat yang bisa menghambat penyerapan kalsium ke tubuh (LHO KOK???). Kalau bayam dimasak, kandungan oksalatnya itu bisa berkurang dan yang lebih penting lagi proses pemasakan bayam dapat meningkatkan kandungan lutein, yakni anti opksidan yang sangat penting sebagai pelindung mata...
Wah, Bayam the best lah...

3. Brokoli
Kyak!!!
Sayuran yang satu ini bener2 banyak nutrisinya. Salah satunya sulforafane (BETUL NGGAK SICH TULISANNYA?), yaitu bahan kimia yang bertindak sebagai anti kanker. Wah, hebat ya... Hahahaha... Nah, kalau brokoli kita masak, bahan kimia itu bakal rusak. Oleh karena itu, paling baiknya brokoli dimakan mentah atau dikukus bentar,,, SEBENTAR SAJA...

4. Kubis
Kalo sayuran ini, mau dimasak atau nggak sama-sama baik untuk kesehatan. Asal jangan berlebihan...

5. Wortel
Ada sebuah penelitian di Amerika Serikat(Wuzzz,,, KAPAN BISA KESANA???), tepatnya di Arkansas yang menyimpulkan bahwa wortel ini lebih baik dimasak (SANGAT-SANGAT BAIK). Wortel yang sudah dimasak itu mengandung 34% antioksidan lebih banyak ketimbang mentah (BERAPA KALI LIPAT PERTAMBAHANNYA ya...). Selain itu, kandungan falkarinol, komponen dengan bahan antikanker juga akan lebih banyak...

Jadi, PERLU NGGAK SICH SAYURAN DIMASAK? Itu tergantung sama jenis sayurannya. Posting kali ini cuma 5 jenis yang bisa dipaparkan.
Semoga bermanfaat ya...